BMKG Beri Peringatan Daerah Potensi Kekeringan Parah Agustus 2026

Jakarta, gmt-2000.com Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (

BMKG

) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Dasarian II atau periode 11-20 Agustus 2026.

BMKG menyebut kekeringan di sejumlah kabupaten/kota di delapan provinsi bahkan masuk kategori Awas.

“Untuk periode Dasarian Agustus II, sejumlah wilayah di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) diprediksi mengalami kekeringan meteorologis kategori Awas,” tulis BMKG dalam unggahan di Instagram, Kamis (13/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pemetaan BMKG, peringatan kekeringan dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat keparahannya, yakni Waspada, Siaga, dan Awas.

Untuk kategori Waspada, peringatan berlaku di beberapa kabupaten/kota di Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Sementara kategori Siaga berlaku di beberapa kabupaten/kota di Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 76,5 persen wilayah Indonesia (535 ZOM) mengalami musim kemarau.

Dari jumlah tersebut, BMKG mengatakan sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia memasuki puncak kemarau pada Agustus.

Berikut daftar wilayah yang mengalami puncak kemarau pada Agustus:

Sumatra bagian tengah

sebagian besar Jawa

Bali

Nusa Tenggara Barat

sebagian Nusa Tenggara Timur

sebagian besar Kalimantan

sebagian Sulawesi

sebagian Maluku dan Maluku Utara

serta sebagian besar Pulau Papua

Lebih lanjut, hasil monitoring BMKG pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian sebesar +0,457. Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3,4 secara dasarian adalah sebesar +2,77, yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Curah hujan pada Dasarian I Agustus 2026 bervariasi dari kriteria tinggi 0,93 persen, menengah 8,28 persen, dan rendah 90,79 persen.

Sifat hujan pada I Agustus 2026 bervariasi dari kriteria jauh di atas normal 5,60 persen, atas normal 2,77 persen, normal 4,35 persen, dan bawah normal 87,28 persen.

Pada Dasarian II Agustus 2026, BMKG memperkirakan tidak ada peringatan dini curah hujan tinggi.

(lom)

Baca lagi: FOTO: Kisah Pilu Orfeus dan Euridice Buka SIPFest 2026 di Salihara

Baca lagi: Said Abdullah Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Nasional Triwulan II 2026

Baca lagi: FOTO: Ritual Warga Bolivia Bakar Janin Llama untuk Mother Earth

7 Responses

  1. Artikel ini memberikan informasi yang menarik sekaligus menambah wawasan baru. Pembahasannya disampaikan dengan jelas dan bahasa yang mudah dipahami. Terima kasih telah berbagi konten berkualitas. Jangan lupa kunjungi situs kami untuk informasi lainnya.RAJAEROPA DAFTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: