Daftar Isi
Apakah Indonesia bisa mengalami gelombang panas?
Apa itu gelombang panas?
Kenapa bisa ada gelombang panas?
Jakarta, gmt-2000.com Indonesia
—
Gelombang panas
‘memanggang’ Eropa dalam beberapa waktu terakhir.
Suhu udara
melonjak drastis hingga memecahkan rekor tertinggi di berbagai penjuru benua.
Ini menjadi gelombang panas terparah dalam sejarah, dengan 1.300 orang dilaporkan meninggal dunia. Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan gelombang panas kini menjadi fenomena tahunan dan semakin mengkhawatirkan.
Di Indonesia, cuaca panas juga mulai terasa di sejumlah wilayah seiring meluasnya musim kemarau. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu tertinggi di Papua Barat mencapai 38,6 derajat Celsius pada periode 22-24 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah Indonesia bisa mengalami gelombang panas?
Menurut BMKG, gelombang panas atau
heatwave
secara teknis tidak terjadi di Indonesia. Pasalnya, gelombang panas secara umum terjadi di di lintang menengah-tinggi akibat udara panas yang terperangkap dalam sistem tekanan tinggi berskala luas.
Fenomena tersebut ditandai dengan kenaikan suhu yang jauh melampaui rata-rata klimatologis selama beberapa hari berturut-turut. Karakteristik ini tidak ditemukan di Indonesia.
Sebaliknya, Indonesia yang berada di wilayah ekuator memiliki variabilitas cuaca yang cepat dan dinamika atmosfer yang berbeda. Menurut BMKG, yang umumnya terjadi di Indonesia hanya peningkatan suhu panas harian akibat cuaca cerah dan rendahnya tutupan awan pada siang hari, terutama saat musim kemarau.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto, saat masih menjabat sebagai Deputi Bidang Meteorologi, menjelaskan bahwa ada syarat yang harus terpenuhi untuk wilayah yang mengalami gelombang panas, di antaranya adalah suhu rata-rata naik 5 derajat Celsius dan terjadi selama lima hari berturut-turut.
Apa itu gelombang panas?
Merujuk Met Office, lembaga meteorologi Britania Raya, gelombang panas adalah periode cuaca panas ekstrem yang berlangsung lama dibanding dengan kondisi cuaca normal di wilayah tersebut pada waktu yang sama. Fenomena ini terkadang juga disertai dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi.
Gelombang panas paling sering terjadi pada musim panas ketika sistem tekanan tinggi berkembang di suatu wilayah. Sistem tekanan tinggi ini bergerak sangat lambat dan bisa bertahan di satu tempat selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.
Kenapa bisa ada gelombang panas?
Gelombang panas ini dipicu oleh fenomena meteorologi yang disebut ‘Omega Block’, sebuah pola cuaca yang dinamai berdasarkan bentuk huruf Yunani karena lekukannya di atmosfer.
Udara panas dan kering dari Afrika Utara terjebak di suatu wilayah karena terhimpit oleh sistem tekanan rendah di kedua sisinya, sehingga tidak bisa bergerak. Hal ini mengakibatkan suhu udara melonjak hingga 18 derajat Celsius di atas rata-rata musiman.
Melansir Euronews, negara-negara Eropa sangat rentan terhadap kondisi ini, karne hanya sekitar 20 persen rumah yang memiliki AC, ditambah lagi sebagian besar bangunan di sana dirancang untuk menahan panas (agar hangat sangat musim dingin), bukan melepaskannya.
(dmi)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Ongkos Verifikasi Wajah Nomor HP Kena Rp3 Ribu, Asosiasi Minta Diskon
Baca lagi: FOTO: Prancis Lumat Swedia, Mbappe Pimpin Top Skor Piala Dunia 2026
Baca lagi: Polri Beri Prabowo Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana

21 Responses
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://videos.muvizu.com/Profile/bong88living/Updates/ yang cukup menarik.
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://article.pchome.net/content-1055645.html, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://hub.docker.com/u/bong88living/starred juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Saya akan kembali lagi untuk membaca artikel terbaru di blog ini. Sementara itu, saya juga mengikuti update di http://www.rohitab.com/discuss/user/2264548-king88comguru/?tab=friends.
Artikel ini memberikan sudut pandang yang cukup berbeda. Sebagai tambahan informasi, saya sempat mengunjungi https://www.renderosity.com/users/king88comguru.
Penulis berhak dapet apresiasi tertinggi untuk artikel sekomprehensif ini. Isinya benar-benar berbobot https://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/webmaster/page/63/
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1083 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://lb02.smashwords.com/profile/view/CTKsMimi yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di http://users.atw.hu/etnies-klan/index.php?site=gallery&picID=1&sorttype=DESC&page=7384 ya guys.
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://www.evilmadscientist.com/forums/users/txlyon/ ya guys.
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di http://ritalin202.sakura.ne.jp/chelsea/log/eid46.html nyambung banget.
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://www.evilmadscientist.com/forums/users/trslroen/ di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Artikel ini memiliki karakteristik sebagai dokumen literasi mendalam yang mampu menaikkan standar daya kritis masyarakat https://www.ifixit.com/Guide/Tennis+Racquet+Grip+Tape+Replacement/88945
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://kldp.org/comment/228360 juga mengulas hal serupa.
Terima kasih atas tulisan yang berkualitas. Semoga blog ini terus berkembang, dan bagi yang ingin referensi tambahan bisa melihat http://www.ibiblio.org/pub/Linux/docs/linux-doc-project/linuxfocus/Portugues/July2002/article245.shtml.
Artikel ini cocok dibaca saat ingin mencari gambaran awal mengenai suatu topik. Saya juga sempat membuka [https://www.techmeme.com/080925/p113](https://www.techmeme.com/080925/p113).
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=118075&picno=46060 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200933987 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=285970 tadi.
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=296485 nyambung banget.
Pembahasan yang sangat relevan sama kondisi sekarang. Kalau mau cari perbandingan artikel, di https://kldp.org/comment/254337 juga ada ulasan yang komprehensif banget.