
Surabaya, gmt-2000.com Indonesia
—
Fenomena bediding
melanda sejumlah wilayah
Jawa Timur
dalam beberapa waktu terakhir, dengan suhu bisa mencapai 15 derajat Celsius. Fenomena ini diprediksi bertahan hingga beberapa waktu ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena ini diprediksi akan berlangsung hingga Agustus mendatang, seiring berjalannya musim kemarau.
“Bediding pada umumnya terjadi selama musim kemarau, sekitar bulan Juni sampai dengan Agustus,” kata Prakirawan BMKG Juanda Surabaya, Trya Chandra, saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memastikan durasi dan intensitas bediding tahun ini masih dalam kategori wajar dan tidak terkait dengan perubahan iklim ekstrem.
“Fenomena bediding ini normal terjadi dan bukan merupakan peristiwa anomali,” tegasnya.
Trya fenomena bediding merupakan kondisi tahunan yang lazim terjadi menjelang puncak musim kemarau. Kondisi ini dipicu oleh embusan angin muson timuran dari Australia yang membawa massa udara dingin dan kering, ditambah minimnya tutupan awan yang membuat radiasi panas matahari lepas maksimal ke atmosfer pada malam hari.
“Menjelang puncak kemarau kita seringkali mengalami fenomena bediding, yaitu kondisi udara yang terasa lebih dingin ketika malam hingga pagi hari. Fenomena ini normal dan bukan anomali,” kata Trya.
Suhu hingga 15 derajat
Sejumlah warga Surabaya mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih dingin dari biasanya dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena yang dikenal dengan istilah bediding ini bahkan disebut memengaruhi suhu air saat mandi.
Amalia Firdaus (22), warga Rungkut, Surabaya, mengatakan udara di kotanya belakangan terasa jauh lebih dingin dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Udara di Surabaya makin terasa dingin, ini lebih dingin dari biasanya atau tahun sebelumnya,” kata Amalia, Kamis (2/7).
Tak hanya suhu udara, Amalia menuturkan hawa dingin juga ia rasakan pada air saat dirinya mandi hingga membuatnya menggigil.
“Air juga ikutan dingin saat mandi, sampai bikin menggigil,” ujarnya.
Terkait sensasi dingin yang dirasakan warga saat mandi, Trya menegaskan hal itu bukan disebabkan oleh penurunan suhu air secara drastis, melainkan efek dari suhu udara dan kelembapan rendah di musim kemarau.
“Suhu udara yang lebih rendah dan kelembapan yang relatif rendah selama musim kemarau meningkatkan pelepasan panas dari tubuh. Akibatnya, perbedaan suhu antara tubuh dan air terasa lebih besar sehingga air memberikan sensasi lebih dingin,” jelasnya.
Soal besaran penurunan suhu, Trya menyebut dampak bediding lebih terasa pada malam hingga pagi hari dibandingkan siang, dengan suhu paling rendah mencapai 15-18 derajat.
“Pada malam hingga menjelang pagi, suhu dapat turun hingga sekitar 18-22 derajat Celsius di dataran rendah, bahkan bisa mencapai 15-18 derajat celsius atau lebih rendah di wilayah dataran tinggi. Besarnya penurunan suhu bergantung pada kondisi cuaca, tutupan awan, kecepatan angin, serta karakteristik wilayah setempat,” ucapnya.
Trya mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim bediding berlangsung, terutama pada pagi dan malam hari.
“Menjaga kesehatan, menggunakan pakaian hangat pada saat pagi dan malam hari, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga teratur. Waspadai ISPA, flu, dan batuk,” pesannya.
Trya turut mengingatkan petani di kawasan dataran tinggi untuk mewaspadai embun beku yang berpotensi merusak tanaman, serta meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan.
(frd/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video gmt-2000.com]
Baca lagi: Bocah 11 Tahun Nekat Bawa Truk Tabrak Rombongan Biksu, 8 Orang Tewas
Baca lagi: TNI: Pilot AMA Warga AS Tewas Ditembak OPM
Baca lagi: Xanh SM Resmi Luncurkan Taksi Listrik di Indonesia

12 Responses
Konten yang bermanfaat seperti ini memang selalu dicari pembaca. Sebagai tambahan, lihat juga https://gitlab.com/king88comguru.
Konten yang sarat akan makna dan ilmu praktis. Terima kasih atas dedikasinya https://forexea.forumotion.com/t101p75-japanese-sail-patterns-strategy-and-more-with-ayrex-binary-options-broker
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://hub.docker.com/u/epicureannycom/starred bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://www.evilmadscientist.com/forums/users/trslroen/ di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://en.wikipedia.org/wiki/Kwon_Young-ghil juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Tulisannya runtut dan logis, enak dibacanya. Sebagai tambahan informasi aja nih, web https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=304681 juga ngebahas topik ini dari sisi yang berbeda.
Semoga semakin banyak topik menarik yang dibahas di blog ini. Saya juga mengikuti informasi dari https://motion-gallery.net/users/564941.
Semoga blog ini terus aktif menghadirkan konten yang bermanfaat. Saya juga mengikuti perkembangan informasi di https://akbis.pau.edu.tr/personel/1354.
Artikel ini menunjukkan bahwa informasi yang baik bisa disampaikan dengan cara sederhana. Saya juga sempat membuka [http://www.ibiblio.org/pub/micro/pc-stuff/Linux/docs/linux-doc-project/linuxfocus/English/January2001/article180.shtml](http://www.ibiblio.org/pub/micro/pc-stuff/Linux/docs/linux-doc-project/linuxfocus/English/January2001/article180.shtml).
Tulisan ini sangat jeli dalam menangkap anomali dan memberikan eksplanasi yang sangat logis. https://coursework.uma.ac.id/index.php/teknik/issue/view/14
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200933987 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=299341 yang membahas hal serupa secara komprehensif.